|
|
|
![]() |
|
| | HAMMAS | Info & Artikel | Forum Diskusi | Dakwah | Al-Furqon | MailingList | BukuTamu | | |
| HAMMAS > Muktamar II | |
LATAR BELAKANG Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
limpahan karunia kepada hamba-hambaNya sehingga kesempatan menjalankan
aktifitas dalam menegakkan li ilai Kalimatillah. Melalui sebuah
rumusan yang panjang, generasi pendiri HAMMAS telah menyusun sebuah
perspektif, yang secara sistematis memberikan pengenalan dan pemahaman
tentang HAMMAS secara lebih mendalam. Sejarah telah menorehkan bahwa perjalanan anak bangsa dalam upaya mencapai
suatu cita-cita serta pergerakannyaa tidak terlepas dari peran mahasiswa,
hal ini terbukti bahwa mahasiswa mempunyai peranan yang sangat esensial
di dalam menjawab setiap gejolak-gejolak sosial yang menuju pada perubahan
sebuah tatanan masyarakat madani. Lembar sejarah telah membuktikan pula
peran pemuda dan mahasiswa saat sumpah pemuda 1928 yang membulatkan
satu tekad keyakinan persatuan dan kesatuan. Selanjutnya pada fase tahun 1945 peran pemuda dan mahasiswa juga tidak
bisa dipungkiri di dalam mempersiapkan kemerdekaan terutama umat Islam
dan mahasiswa-mahasiswa muslim paad saat itulah lebih berperan aktif
dalam mensosialisasikan proklamasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh
nusantara. Seiring dengan berjalannya waktu setelah Indonesia merdeka sampai dengan
tahun 1966 sejarah kembali mencatat peranan mahasiswa dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara sampai tumbangnya rezim Orde Lama di bawah kepemimpinan
Soekarno dan melahirkan rezim Orde Baru. Kemudian pada bulan Mei 1998
sejarah lagi-lagi kembali mencatat peran gerakan mahasiswa dalam menumbangkan
rezim yang telh bertahan atau berkuasa selama 32 tahun yaitu Orde Baru
dan lahirlah Orde Reformasi. Gerakan reformasi yang bergulir dengan cepat pada akhirnya menuju pada
arah yang tidak sesuai dengan tuntutan mahasiswa pada umumnya, karena
diantara para aktifis mahasiswa sudah keluar dari kerangka moral force
(gerakan moral) sehingga pergerakan mahasiswa menjadi tidak murni dengan
ditunggangi kelompok-kelompok petualang politik yang hanya mementingkan
kepentingan-kepentingan kelompoknya. Pola gerakan mahasiswa selanjutnya masuk pada wilayah gerakan ideologi.
Hal ini menjadi suatu pertimbangan perjuangan pergerakan mahasiswa muslim
untuk merapikan shaff dalam menghambat gerakan mahasiswa non muslim
yang radikal dan menghalalkan segala cara. Setelah melihat gejolak gerakan mahasiswa radikal yang berbasis ideologi
kiri, maka mahasiswa mempunyai tangungjawab untuk menyadarkan serta
memberi pemahaman kepada mereka seluruh mahasiswa dan masyarakat, khususnya
yang beragama Islam agar memahami serta peka terhadap konspirasi gerakan
politik yang akan mengembalikan tirani minoritas di bumi ini. Berangkat dari konstalasi politik sebagaimana tersebut di atas, serta
untuk mensikapi dan menghambat upaya tirani minoritas di dalam mendiskriditkan
dan meamrginalisasikan peran umat Islam maka perlu disusun suatu strategi
dalam pergerakan mahasiswa muslim. Kami sebagai bagian dari mahasiswa muslim mencoba untuk menyusn dengan
langkah awal menyelenggarakan berbagai diskusi dan dialog di sekitar
pergerakan mahasiswa kontemporer, ketika melihat tantangan yang lebih
berat bagi perjuangan mahasiswa muslim yang membutuhkan organisasi solid,
profesional dan militan. Kini telah terbentuklah sebuah ikatan sebagai
wadah gerakan amal jamaI yang berada pada kerangaka aqidah Islam.
Wadah yang didrikan pada tanggal 10 jumadil Tsani 1419 H atau 01 Oktober
1998 ini kami beri nama Himpunan Mahasiswa Muslim Antar Kampus
(HAMMAS) Indonesia. MUQADDIMAH Situasi yang berkembang saat itu adalah makin mengkristalnya gerakan
kiri yang berpaham komunis. Kemudian ada indikasi bahwa gerakan kri
tersebut akan mendeklarasikan Partai Komunis Indonesia dengan kamuflase
nama yang terus mereka mainkan. Melihat gelagat ini maka beberapa elemen
mahasiswa fundamentalis berusaha menegaskan jihad membendung disidupkannya
kembali paham komunis di Indonesia. Berdasarkan kondisi di atas, maka beberapa aktiffis mahasiswa muslim
berkumpul untuk menyikapi keadaan tersebut, hingga padat tanggal 10
Jumadil Tsani 1419 H yang bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 1998 mendeklarasikan
berdirinya suatu organisasi kemahasiswaan berwatak fundamentalis yang
kemudian diberi nama HAMMAS Indonesia. Bab I Nama, Waktu dan Tempat Pasal 1 Pasal 2 Pasal 3 1. Untuk kepengurusan tingkat nasional HAMMAS berkedudukan di Ibu Kota
Negara. 2. Untuk kepengurusan tingkat wilayah HAMMAS berkedudukan di Ibu Kota
Propinsi, kecuali wilayah istimewa. 3. Untuk kepengurusan tingkat cabang HAMMAS berkedudukan di Ibu Kota
Kabupaten / Kotamadya. 4. Untuk kepengurusan tingkat kampus HAMMAS dapat mendirikan Koordinator
Kampus yang tempatnya ditentukan oleh pengurus. Bab II Azas, Sifat, Tujuan, Usaha dan Lambang Pasal 4 Azas Pasal 5 Sifat Pasal 6 Tujuan Pasal 7 Usaha 1. Menjadikan al-Quran dan Sunnah Rosul sebagai landasan dalam
memandang setiap persoalan. 2. Mengembangkan sumberdaya mahasiswa muslim yang berkualitas dalam
mengembalikan hikmah-hikmah yang berhasil terambil oleh golongan non
Muslim. 3. Menjalankan dakwah Islam sesuai dengan keaslian dan keuniversalannya
dengan ciri-ciri inteletualitas kemahasiswaan. 4. Melakukan pendekatan ke berbagai barisan/kelompok Islam. 5. Memperjuangkan Islam dan aspirasi umat Islam. 6. Melakukan kegiatan yang bisa diarahkan pada pengembangan potensi
mahasiswa muslim. 7. Mengembangkan kerjasama antar barisan / kelompok Islam. Pasal 8 Lambang Bab III Pasal 9 Prinsip Perjuangan Dalam perjuangan yang dilakukan oleh HAMMAS Indonesia, memiliki prinsip-prinsip
perjuangan yang lebih terkenal dengan 9 Prinsip Dakwah dan Perjuangan
Himpunan Mahasiswa Msulim Antar Kampus ( HAMMAS ) Indonesia. 1. Tujuan Kami : Keridhoan Allah SWT, dengan ikhlas semata-mata
untuk-Nya. Dan mengikuti Nabi Muhammad SAW dengan sebenar-benarnya. 2. Aqidah Kami : Aqidah Shalafushalih secara keseluruhan dan
mendalam. 3. Pemahaman Kami : Memahami Islam secara menyeluruh dan rinci
sebagaimana dipahami oleh para ulalam terpercaya yang mengikuti Sunnah
Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin Almahdiyyin. 4. Cita-cita Kami : Menegakkan penghambaan manusia kepada Illahi
yang satu dan menegakan Khilafah Islamiyah di atas jalan yang dilalui
oleh Nabi Muhammad SAW. 5. Jalan Kami : Dakwah Amar Maruf Nahi munkar Jihad Fi
Sabilillah dalam jamah atau wadah organisasi yang rapi, teratur and
terpimpin dengan mengikuti syariat yang lurus. Tidak menempuh
jalan damai atau berunding dengan barisan atau pengikut system jahiliyah
serta mengambil pelajaran dan pengalaman dari orang-orang terdahulu. 6. Bekal kami : Taqwa dan Ilmu Pengetahuan, yakin dan Tawakal,
Syukur dan Sabar, Zuhud terhadap dunia dan mementingkan kehidupan akhirat. 7. Loyalitas Kami : Untuk Allah semata, Rasulullah dan orang-orang
yang beriman. 8. Musuh Kami : Kepada orang-orang yang dholim. 9. Perhimpunan Kami : Untuk tujuan yang satu, dengan aqidah
yang satu di bawah panji persatuan pemikiran yang satu. Bab IV Status dan Fungsi Pasal 10 Status HAMMAS Indonesia adalah organisasi independen dan bukan sub organisasi
manapun. Pasal 11 Fungsi HAMMAS Indonesia adalah organisasi kader dan perlawanan. Bab V Keanggotaan dan Kepengurusan Pasal 12 Anggota HAMMAS Indonesia terdiri dari anggota biasa, anggota luar biasa dan
angota kehormatan. Pasal 13 Pengurus Struktur pimpinan HAMMAS Indonesia terdiri dari Pimpinan Pusat, Pimpinan
Wilayah, Pimpinan Cabang dan Koordinator Kampus Bab VI Pendanaan Pasal 14 Dana dihimpun dari infaq anggota, usaha-usaha organisasi dan pihak-pihak
lain yang tidak mengingat serta halalan thoyiban. Bab VII Khotimah Pasal 15 Pasal 16 Hal-hal yang belum diatur dalam penjelasan Pedoman Dasar ini akan di
luar dalam Pedoman Rumah Tangga. |
|
HAMMAS Indonesia
Online © 2001 - hammas_id@yahoo.com
Segala hak hanya milik Allah semata, silahkan pergunakan website ini untuk Amar
Ma'ruf Nahyi Munkar